Sejarah & Keunikan Tari Kecak Bali yang Super Fenomenal!

Tari Kecak- Tak dapat dipungkiri Tari Kecak sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi Bali. Hingga saat ini pun, tarian ini masih tetap dilestarikan. Jika dilihat dari sisi sejarah, tari kecak sebenarnya juga dari ritual pemujaan masyarakat Bali kuno pada Tuhan serta kepada roh leluhur yang dinamakan dengan ritual Sanghyang. Pada acara ritual ini, para penari biasanya berada dalam kondisi sedang tidak sadarkan diri. Bahkan mereka dipercaya mampu melakukan komunikasi dengan Tuhan menyampaikan harapan-harapan serta keinginan untuk rakyatnya.

Tarian ini termasuk ke dalam pertunjukan massal, bagaimana tidak, tarian ini  dilakukan oleh banyak orang berjumlah 50-70 orang. Uniknya lagi, orang-orang ini  menari dengan formasi lingkaran besar dan di tengahnya terdapat kobaran api unggun. Namun, tarian i ini hanya dilakukan oleh pria dengan menggunakan pakaian adat khas Bali yang sangat unik. Meski terkategori tarian tradisional Bali, tarian  ini juga termasuk tarian yang sakral, sehingga tentunya tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Karna  ketika melakukan tarian ini, ada beberapa adegan atraksi yaitu penari yang terbakar. Namun, uniknya orang tersebut tidak mengalami luka bakar pada tubuhnya. Tarian Kecak ini dipercaya diselimuti dengan hal-hal yang mistis, baik ketika melakukan adegan penari terbakar maupun penari yang menari dengan eloknya.

  • Sejarah Seni Tari Kecak
  • Keunikan  Seni Tari Kecak
  • Pesan/Makna Seni Tari Kecak
  • Setting Pertunjukan Seni Tari Kecak
  • Busana Penari Kecak

[toc]

SEJARAH SENI TARI KECAK

Tari Kecak
goodnewsfromindonesia.id

Seperti yang kita ketahui Tari kecak juga termasuk satu jenis tari tradisional dari Bali yang begitu memukau para penonton. Tarian ini memang unik jika dilihat dari gerakan dan juga kemistikan dalam pertunjukan yang menjadikan tarian ini tampak begitu istimewa untuk banyak para wisatawan. Entah itu untuk area  domestik atau yang dari mancanegara yang langsung menyaksikan tarian tersebut saat berkunjung di Pulau Bali.

Tari kecak ini bermula dari munculnya dan juga diciptakan oleh seniman yang asalnya dari Bali bernama Wayan Limbak dan salah satu sahabatnya  berasal dari Jerman. Di awal ketika adanya jenis tari ini tercipta dengan tidak sengaja, karna sejarah tari kecak ini diambil dari sebuah tarian adat pemujaan yang populer dengan nama Shangyang.

Sanghyang juga merupakan jenis tarian tradisional Bali yang diselenggarakan pada saat upacara religius. Diantaranya seperti hal untuk menolak bala dan juga untuk mengusir suatu wabah penyakit. Setelah ada acara Sanghyang inilah, Wayang Limbak bersama dengan Walter Spies berencana untuk menciptakan sebuah gerakan tarian dengan tujuannya yaitu suatu wujud kecintaan mereka kepada budaya serta kesenian Bali.

Salah satu jenis kesenian tarian ini disuguhkan oleh para penari yang duduk dengan posisi melingkar dan mereka bersama-sama kata “cak-cak-cak-cak”dengan kompak.

Lalu untuk gerakan tangannya disajikan ketika acara pertunjukan sesungguhnya mengisahkan sebuah cerita Ramayana. Cerita Ramayana yaitu ketika ada peristiwa Dewi Shinta yang telah diculik oleh Rahwana.

Sampai pada akhirnya, dalam pertunjukan pada tari kecak ini menyuguhkan kisah pembebasan Dewi Sintha dari sang penculik yaitu dari tangan Rahwana itu sendiri. Untuk mendukung cerita yang diperagakan ini, dalam pertunjukan tari tradisional Bali pasti selalu ada beberapa tokoh yang memerankan peran utama untuk berperan sebagai Hanoman, Sugriwa, Dewi Shinta, Rhama, dan juga Rahwana.

Wayang Limbak bekerja keras dalam mempromosikan serta mencoba mengenalkan tari kecak  ini hingga sampai ke ranah  mancanegara ketika tahun 70-an.

Tak hanya mengenalkan keunikan dalam pementasan tarian kecak ini, akan tetapi untuk daerah asal dari tarian tradisional ini juga ikut populer di dunia Internasional. Dengan demikian, tarian ini dapat menarik para wisatawan mancanegara agar mereka berkunjung ke Bali.

KEUNIKAN SENI TARI KECAK

Perlu kalian ketahui, jika dalam seni pertunjukan sejarah tari kecak ini juga terdapat beberapa keunikan sebagai berikut;

1. Gerakan

Tari Kecak
rentalmobile.net

Gerakan tarian kecak yang ada pada suatu pertunjukan,  baik itu yang diadakan di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ubud, ataupun di tempat lain juga tampak seperti seseorang yang sedang melakukan suatu pemujaan ketika acara upacara Shangyang.

2. Musik pengiring

Tari Kecak
wisatamurahbali.info

Musik pengiring yang ada pada tari kecak ini juga dinilai merupakan hal yang sangat unik loh . Sebab, hampir tidak ada alat musik yang dimainkan untuk dijadikan sebagai pengiring pertunjukan tarian kecak ini.

Musik yang bisa kalian dengarkan dalam sajian tarian yang merupakan khas dari Bali ini hanya terdengar dari gemerincing gelang yang dipakai pada tangan para penari. Kemudian untuk suara lain hanya terdengar langsung dari mulut para penari. Ucapan mereka seakan-akan terdengar saling bersahutan dengan mengucapkan bunyi “cak-cak-cak-ke-cak-cak-cak”.

3. Drama

Tari Kecak
jalanjalanyuk.com

Keunikan selanjutnya datang dari jenis tarian tradisional ini yaitu pada drama yang dipertunjukkan dalam tarian ini. Drama yang dipertunjukkan dalam pementasan itu termasuk cerita Ramayana yang menceritkan tentang kisah usaha pembebasan Dewi Shinta dari tangan Rahwana. Hal ini dilakukan oleh Rama dan juga bersama dengan beberapa sahabatnya.

PESAN/MAKNA SENI TARI KECAK

Tari Kecak
jairabalitour.com

Tari Kecak melibatkan beberapa penari laki-laki yang jumlahnya bisa mencapai puluhan loh. Mereka akan duduk melingkar mengelilingi api unggun yang menyala-nyala. Para penari laki-laki ini menggunakan kain kotak-kotak yang disebut saput poleng. Gerakan yang mereka lakukan hanya mengangkat kedua tangannya dan dengan irama yang khas. Tarian ini tidak diiringi alat musik yang mengirinya. Sementara iringan musik berasal dari perpaduan suara para penari itu sendiri.

Pada bagian tengah, ada beberapa penari dengan kostum yang berbeda, memerankan tokoh-tokoh dalam kisah Ramayana yang dipertunjukkan. Tokoh-tokoh tersebut seperti Rama, Sinta, Hanoman, Laksmana, Rahwana,  Sugriwa, dan Jatayu.

Adapun  tarian ini memiliki pesan moral yang disampaikan di dalam pertunjukan tari kecak tersebut.  Seperti halnya persoalan kehidupan manusia di dunia. Misalnya belajar untuk mengandalkan kekuatan Tuhan saat mengalami kesulitan, setia kepada pasangan, pengorbanan untuk menyelamatkan orang lain, serta diingatkan untuk menjauhi sifat serakah dan menginginkan milik orang lain. Hal tersebut tersirat dasri sebuah cerita Dewi Shinta dan Rahwana yang ditampilkan di Tari Kecak.

SETTING PERTUNJUKAN SENI TARI KECAK

Tari Kecak
getbalitour.com

Tari kecak umumnya dimainkan oleh 50 sampai dengan 70 orang. Akan tetapi, jumlah pemainnya sendiri sebetulnya tidak ada batasan. Semua penari tari kecak disetting melingkar mengelilingi satu lakon yang tengah mendrama di bagian tengah lingkaran, mulai dari Rahwana, Dewi Shinta, Sri Rama, Hanoman, dan Laksmana.

  1. Adegan pertama menampilkan sosok Sinta ketika diculik oleh Rahwana saat Rama mengejar atau berburu kijang emas di hutan.
  2. Adegan kedua menampilkan seekor burung garuda yang berusaha menolong Dewi Sinta saat diculik Rahwana. Burung tersebut kemudian gagal menolong karena sayapnya putus setelah ditebas Rahwana. Rahwana pun berhasil membawa Dewi Shinta ke kerajaannya, Alengka Pura.
  3. Adegan ketiga menampilkan sosok Rama dan Laksmana yang tersesat di tengah hutan dan tersadar bahwa Sintha telah diculik. Rama pun meminta Hanoman untuk menyelamatkan Shinta dengan memberikan cincinnya sebagai bukti bahwa ia adalah utusan Rama.
  4. Adegan keempat menampilkan sosok Sinta yang tengah meratapi nasibnya di taman Alengka Pura. Hanoman yang muncul menyampaikan pesan pada Shinta agar tenang karena Rama akan menyelamatkannya. Hanoman sebelum pergi membakar dan mengobrak abrik Alengka. Pada adegan ini para penari menari di atas bara api yang menyala panas.

BUSANA PENARI KECAK

Tari Kecak
balimediainfo.com

Karakteristik Tari Kecak yang selanjutnya yaitu terletak pada  kostum dan tata rias yang digunakan oleh penarinya. Pakaian yang digunakan oleh penari yaitu menggunakan pakaian adat khas Bali. Uniknya, pakaian yang digunakan hanya bawahan berubah sarung kotak-kotak hitam putih, sehingga penari laki-laki ini bertelanjang dada.

Tak ketinggalan juga menggunakan gelang pada kaki yang bisa berbunyi ketika kaki digerakkan. Berbeda halnya dengan pemain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Rahwana, Dewi Shinta, Hanoman dan lain-lain. Mereka menggunakan pakaian dan make up yang sesuai dengan tokoh yang dimainkan ketika akan membawakan drama tari kecak.

Itulah sekilas info dan sejarah dari tari kecak yang fenomenal di Bali hingga mancanegara. Ternyata Indonesia memiliki ragam budaya yang kaya banget kan!

Photo of author

Dirja Satya Kirana

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.