Keunikan Tradisi Suku Sasak, Rumah Adat, Bahasa, Makanan Khas di Pulau Lombok

Suku Sasak– merupakan suku asli yang mendiami pulau Lombok, sebuah pulau eksotis yang menawarkan ragam keindahan untuk dinikmati. Di pulau indah ini selain keindahan alam yang dimilikinya kita juga disuguhkan dengan kearifan budaya lokal suku sasak, Suku yang telah menghuni pulau Lombok sejak 4.000 tahun sebelum Masehi.

Ada beberapa pendapat bahwa suku Sasak berasal dari percampuran antara penduduk asli Lombok dengan para pendatang dari pulau Jawa. Ada juga yang berpendapat bahwa nenek moyang suku Sasak adalah orang Jawa.

[toc]

Nggak usah lama-lama yuk lagsung lanjut ke materi dibawah ini supaya kamu makin pinter hehehe. Let’s go!

Rumah adat Suku Sasak

desa wisata sade
investor.id

Rumah adat suku Sasak disebut Bale. Bagian dalam bale tidak disangga oleh tiang-tiang. Atap rumah adat ini terbuat dari jerami atau alan-alang dengan bentuk bumbung yang curam. Bale terbagi menjadi dua bagian yakni bale dalam an bale luar.

Bale luar digunakan sebagai kamar untuk laki-laki dan tempat menerima tamu, sedangkan bale dalam terbagi menjadi beberapa ruangan yakni dapur di sisi kanan dan ruang-ruang kamar untuk kaum perempuan di sisi sebelah kiri.

Proses pembangunan Bale harus mengikuti aturan adat suku Sasak. Aturan tersebut meliputi waktu serta lokasi pembangunan Bale. Masyarakat Sasak percaya apabila pembagunan rumah tidak mengkuti aturan, maka akan mendatangkan kemalangan bagi penghuni rumah.

Bahasa Suku Sasak

suku sasak
romadecade.org

Bahasa Sasak merupakan bahasa yang digunakan oleh suku Sasak dalam kesehariannya. Bahasa ini memiliki kedekatan dengan bahasa Bali dan Sumbawa yang dituturkan di daerah sekitar pulau Lombok. Bahasa Sasak yang digunakan di Lombok secara dialek dan lingkup kosakatanya dapat digolongkan kedalam beberapa bahasa sesuai dengan wilayah penuturnya.

Pada umumnya bahasa daerah Sasak dibagi dua yaitu bahasa alus dan bahasa jamaq. Bahasa alus digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua dan dengan golongan bangsawan sasak sedangkan bahasa jamaq digunakan dalam pergaulan sehari hari.

Secara Umum ada 4 Dialek yang umum digunakan oleh daerah di Lombok yakni:

  1. Dialek Pejanggik, sering digunakan di Lombok Tengah
  2. Dialek Petung Bayan, sering digunakan di Lombok Utara
  3. Dialek Selaparang, sering digunakan Lombok Timur dan Lombok Barat
  4. Dialek Pujut, sering digunakan di Lombok Tengah

Makanan khas Suku Sasak

Makanan khas suku sasak
manaberita.com

Makanan khas suku Sasak selalu menjadi kuliner yang paling dburu oleh para pelancong saat bekunjung ke Lombok. Kuliner dari kota ini biasanya berupa makanan olahan dari ikan, daging, ayam, dan sayur-sayuran yang dipadupadankan dengan bumbu dengan rempah yang pedas khas dari suku Sasak. Diantaranya ada plecing kangkung, sate bulayak, ayam taliwang, dan beberapa kulier populer lainnya.

Baca Juga: Kue Lekong? Daftar Makanan Khas Lombok yang Bikin Nangis

Pakaian adat Suku Sasak

Pakaian adat merupakan salah satu hal yang sakral dari budaya Suku Sasak. Itu sebabnya, sampai saat ini pakaian adat masih digunakan pada berbagai upacara atau ritual adat tertentu. Pakaian adat lombok terbagi menjadi dua yakni untuk perempuan dan laki-laki.

Pakaian adat suku Sasak untuk kaum perempuan dikenal dengan nama pakaian lambung. Sedangkan pakaian yang digunakan oleh kaum laki-laki ialah pakaian pegon.

Berikut perbedaan pakaian adat Lambung dan Pegon:

1. Pakaian Lambung

pakaaian adat perempuan suku sasak
mobillombok.com

Pakaian Lambung biasanya dikenakan pada saat menyambut kedatangan tamu dan pada saat pelaksanaan upacara adat yang dikenal degan Mendakin dan Nyongkol.

Pakaian Lambung merupakan baju dengan model kerah menyerupai huruf V yang diberi furnitur pada pinggiran baju. Kelengkapan pakaian lambung terdiri dari:

  • Pangkak atau mahkota emas dengan bentuk seperti bunga cempaka dan mawar yang diselipkan disela konde/sanggul.
  • Tangkong yakni baju yang berbahan dasar beludru atau brokat dengan warna gelap sebagai lambang keagungan.
  • Tongkak atau kain sabuk panjang yang dililitkan pada pinggang dengan posisi ujung rumbai di sebelah kiri yang melambangkan kesuburan dan pengabdian.
  • Lempot (selempang) yakni kain tenun panjang dengan corak khas Lombok yang disampirkan di pundak sebelah kiri. Selendang ini melambangkan kasih sayang.
  • Kereng atau kain tenun songket khas Lombok yang dililitkan pada pinggang hingga mata kaki. Kereng merupakan lambang dari kesopanan dan kesuburan.
  • Aksesoris seperti rantai perak, giwang, kalung, dan sebagainya.

Baca Juga: 11 Daftar Aksesoris dan Pakaian Adat Sulawesi Selatan

2. Pakaian Pegon

busana adat suku Sasak
detik.com

Pegon merupakan pakaian adat suku Sasak yang mendapat pengaruh dari adat Jawa dan mengadopsi model jas Eropa sebagai lambang keagungan dan kesopanan.

Kelengkapan pakaian Pegon terdiri dari :

  • Cappuq, yaitu mahkota yang dipergunakan sebagai lambang penghormatan suku Sasak terhadap Tuhan yang maha esa.
  • Leang atau Dodot, yakni kain songket dengan fungsi sebagai tempat menyelipkan keris.
  • Wiron, merupakan kain bermotif khas Lombok dengan campuran motif batik Jawa yang yang dililitkan dari pinggang hingga sebatas mata kaki dengan ujung tengah lurus menjuntai ke bawah.

Tradisi dan Kesenian Suku Sasak

1. Gendang Beleq

kesenian khas lombok
mobillombok.com

Gendang Beleq merupakan kesenian musik tradisional khas suku sasak. Gendang beleq dimainkan secara berkelompok dengan menggunakan beberapa macam alat musik dan gendang berukuran besar sebagai alat musik utamanya.

Dahulunya, Gendang Beleq berfungsi sebagai penyemangat para prajurit yang hendak pergi berperang dan yang pulang dari Medan peperangan. Kini Gendang Beleq digunakan sebagai iring-iringan dalam upacara-upacara adat seperti upacara pernikahan, khitanan, Ngurisang (potong rambut bayi atau aqiqah) dan begawe beleq (upacara besar).

2. Periseian

tradisi unik suku sasak
blogkulo.com

Pereseian ialah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras. Pada awalnya pereseian merupakan semacam latihan pedang dan perisai bagi para prajurit sebelum pergi berperang. Kesenian Bela diri ternyata sudah ada sejak jaman kerajaan-kerajaan di Lombok.

Pada perkembangannya hingga saat ini senjata yang dipakai ialah sebilah rotan berlapiskan aspal dan pecahan kaca yang dihaluskan, sedangkan perisai (Ende) terbuat dari kulit lembu atau kerbau. Nah buat kalian yang ingin melihat langsung betapa serunya pereseian ini jangan khawatir karena setiap tahun senantiasa diadakan Festival Periseian di Kabupaten Lombok Timur dan diikuti oleh pemain/pepadu sepulau Lombok.

3. Kawin Culik

kawin culik
kompasiana.com

Dalam budaya suku sasak, pernikahan dilaksanakan dengan cara menculik si calon istri oleh calon suami yang dikenal dengan sebutan kawin culik. Tradisi pernikahan suku Sasak ini konon katanya bermula dari seorang Putri yang amat sangat cantik sehingga banyak pria yang ingin meminangnya. Namun sang pria – pria tersebut harus melewati tantangan yang ada dengan menculik sang Putri di sebuah ruangan yang telah dijaga ketat.

Dalam pelaksanaan kawin culik Biasanya sang wanita dan pria yang sudah dipilihnya akan membuat janji kapan prosesi kawin culik ini terjadi. Nah, rencana yang dibuat harus terjaga kerahasiaannya dari keluarga sang wanita maupun kerabat lainnya. Hanya kerabat yang dimintai bantuan untuk membantu proses penculikan saja yang mengetahui hal ini.

Tradisi ini bisa dikatakan sebagai satu-satunya proses penculikan yang legal sebab telah diatur oleh lembaga adat setempat, maka aturan mainnya juga jelas. Namun jika dalam proses penculikan terjadi keributan maka pihak pria dikenakan uang denda dengan jumlah yang telah ditentukan dan harus dibayarkan ke pihak wanita.

Setelah penculikan yang dilakukan berhasil maka sang wanita dibawa kerumah kerabat sang pria, setelah beberapa hari barulah sang wanita dibawa kembali kerumah keluarganya dan sang pria memberitahukan bahwa sang wanita telah melaksanakan kawin lari dengannya. Jika pihak keluarga setuju maka kawin culik yang dilakukan berhasil.

Fyuh, seru dan menarik banget gak sih tradisi dan kebudayaan dari suku Sasak. Yang paling berkesan buat aku tentang suku ini sih tradisi kawin-culiknya. Unik banget, baru kali ini penculikan bisa legal hehehe. Kalau menurut kalian yang paling menarik dari suku ini apa? Jawab dan coret” di kolom komentar ya. See you di next artikel . . .

Photo of author

Nadya Lestari

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.