Festival Cap Go Meh di Indonesia yang Dikenal Dunia

| | ,

Festival Cap Go Meh – Howdy sobat Borcha! Kita semua  tentu pernah mendengar Festival Cap Go Meh. Festival ini diadakan saat perayaan Hari Imlek yang dilakukan orang Tionghoa. Festival ini diadakan setelah Tahun Baru Imlek dan cap go meh merupakan salah satu hari raya umat Tionghoa.

(asianinspirations.com.au) festival cap go meh

Tentunya festival ini memliki sejarah yang menarik, bagi kalian yang penasaran mengenai Festival Cap Go Meh berikut ulasannya lengkapnya.

Baca juga: Wisata pulau Randayan di Singkawang

Asal Usul dan Sejarah Cap Go Meh

Istilah Cap Go Meh berasal dari bahasaHokkian yang bermakna lima belas hari atau malam setelah Imlek. Terjemahan per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ artinya malam.

Pada zaman dahulu, upacara ini dilakukan secara tertutup dan hanya untuk kalangan istana. Upacara ini juga belum dikenal oleh masyarakat Tiongkok.

Upaca lampion Tiongkok

Pelaksanaan upacara ini pada malam hari. Sehingga menggunakan banyak lampu-lampu lampion sebagai penerangan yang bersinar sebelum acara.

Hal ini yang membuat lampion-lampion dan aneka lampu berwarna-warni menjadi pelengkap utama dalam perayaan. Lampion menjadi pertanda kesejahteraan hidup bagi seluruh anggota keluarga.

Saat masa pemerintahan Dinasti Han berakhir, perayaan ini menjadi lebih terbuka untuk umum. Festival ini merupakan sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk bersenang-senang. Saat malam tiba, masyarakat akan turun untuk menikmati pemandangan lampion berbagai bentuk.

Perayaan Cap Go Meh

Upacara ini secara rutin ada setiap tahun, yakni pada tanggal 15 bulan pertama menurut sistem penanggalan kalender Imlek.

Mereka melakukan kirab atau turun ke jalan raya sambil menggotong ramai-ramai Kio/Usungan yang diletakkan arca para Dewa di dalamnya.

haarets.co.ilfestival cap go meh singkawang 2019

Masyarakat juga dapat menikmati pertunjukkan tarian naga dan tarian barongsai dengan kehadiran petasan dan kembang api yang membuat festival ini lebih meriah. Mereka meyakini bahwa penggunaan petasan bisa mengusir energi negatif yang akan membersihkan seluruh lokasi.

Selain itu juga ada atraksi lokthung atau thangsin, dimana seseorang menjadi perantara tangah. Konon setelah dibacakan mantra tertentu dipercaya telah dirasuki oleh roh Dewa. Roh dewa ini bertujuan untuk memberikan berkat bagi umat.

Mereka biasanya akan melakukan beberapa atraksi seperti sayat lidah, memotong lengan atau menusuk bagian badannya dengan sabetan pedang, golok, dan lain sebagainya.

(merahputih.com) tatung

Sementara di Kalimantan, tepatnya di kota Pontianak dan Singkawang, atraksi ini disebut Tatung. Atraksi tatung berguna untuk mengusir roh jahat.

Mereka juga bermain sebuah teka-teki dari berbagai macam permainan dengan menyantap makanan Yuan Xiao yang memiliki bentuk bola-bola.

Perayaan Cap Go Meh meriah di beberapa negara, di antarannya negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Di negara Tiongkok, Festival ini dikenal dengan nama Festival Yuanxiao (元宵; Yuánxiāo jié) atau Festival Shangyuan. Perayaan ini berawal dari perayaan pada hari penghormatan kepada Dewa Thai Yi. Dewa Thai Yi  sebagai Dewa tertinggi di langit oleh Dinasti Han (206 SM – 221 M).

Makanan Khas Cap Go Meh

Hal yang lebih penting lagi yaitu Yuan Xiao. Yuan Xiao adalah sebuah makanan yang berbentuk bola-bola terbuat dari tepung beras.

(shopify.com) tradisi cap go meh

Dari namanya, Yuan Xiao mempunyai arti ‘malam di hari pertama’. Makanan ini melambangkan sebuah keluarga besar yang bersatu dan memang menjadi tema utama dari perayaan Hari Imlek.

Baca juga: Kuliner Khas Kalimantan Barat

Cap Go Meh di Singkawang

Pada saat hari Imlek, warga Tionghoa dengan semangat menyambut hari besar mereka. Hal itu terlihat dari ornamen-ornamen seperti lampion, aneka pernak-pernik saat menyambut imlek. Hal ini pun menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan menyaksikan aksi barongsai dan tatung.

(beritagar.id) festival cap go meh pontianak

Sebelum acara, ada ritual tatung cuci jalan sebelum hari perayaan. Pada saat acara, para tatung akan berdiri di tandu masing-masing. Tingkah para tatung di atas tandunya pun berbeda-beda.

Para tatung ini melakukan aksi ekstrem, sehingga membuat penonton menjadi ngeri melihatnya. Ada yang duduk santai dengan kaki menginjak bilah pedang yang ada di tandu.

Selain itu, ada juga tatung yang berdiri di atas tandu sembari menginjak tombak. Yang lainnya Duduk di atas pedang, dengan menancapkan besi tajam yang menembus kedua pipinya, sampai menusukkan pedang ke perutnya.

Tatung-tatung dari suku Dayak tidak kalah ekstrem. Saat pawai, beberapa tatung menggoreskan golok besar ke bagian tubuhnya, seperti tangan dan lidah.

atraksi tatung

Beberapa tatung akan turun dari atas tandunya. Lalu mereka arak-arakkan bersama tatung-tatung, berjalan dengan terhuyung-huyung, namun tatapannya tajam. Terlihat seperti sedang bertarung sampai membuat para penonton merasa ketakutan.

Tidak hanya tatung pria, ada juga beberapa tatung perempuan. Mereka masih muda namun sudah mendapatkan gelar tatung.

Berbeda dengan tatung laki-laki, tatung perempuan tidak melakukan aksi ekstrem. Mereka hanya duduk di tandu. Di bawahnya terdapat besi tajam dengan ekspresi wajah yang aneh karena sedang kerasukan.

(kemenag.go.id) suku china dan dayak

Baca juga: Tempat Wisata di Singkawang

Nah, begitu sejarah dan perayaan Cap Go Meh. Budaya adalah sebuah harta yang sangat mahal harganya, sudah sepatutnya kita harus selalu bersyukur dengan menjaga kekayaan kebudaya Indoneisa. Sekian dan terima kasih!

Previous

Penelitian Terbaru, Kopi Ini Dapat Mengurangi 20% Berat Badan Hanya dalam 12 Minggu!

Wow! Bunga Unik Asal Kalimantan ini Mendunia Berkat Film Populer Garapan Columbia Pictures!

Next

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.