Kerajaan Islam di Indonesia

Kerajaan Islam di Indonesia – Kerajaan islam di Indonesia diperkirakan mencapai masa kejayaannya sekitar pada abad ke-13 hingga abad ke-16. Munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dikarenakan maraknya lalu lintas perdagangan laut antara penduduk asli Indonesia dengan para pedagang dari Arab, India, Persia, Tiongkok, dan masih banyak lagi. Kerajaan atau kesultanan tersebut terbagi-bagi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, yaitu Maluku, Sulawesi, Jawa, dan Sumatra.

Kali ini borcha akan mengenalkan kalian kepada beberapa kerajaan atau kesultanan yang pernah ada di Indonesia dengan berbagai peninggalannya yang masih bisa kita saksikan hingga sekarang. So let’s cekidot!

Sejarah Singkat dan Peninggalan 11 Kerajaan Islam di Indonesia

1. Kesultanan Samudera Pasai

peninggalan kerajaan islam di Indonesia
sudutsekolah.com

Kesultanan Samudera Pasai adalah kerajaan islam tertua di Indonesia yang terletak di provinsi Aceh Utara tepatnya di kabupaten Lhokseumawe. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al Saleh pada abad ke 13 Masehi. Kerajaan Samudera Pasai pernah memberlakukan koin emas sebagai mata uang kerajaan pada masa kepemimpinan Sultan Malik Al Tahir.

Sejak berdiri kesultanan Samudera Pasai banyak memberikan peninggalan-peninggalan bersejarah yang dapat kita lihat hingga sekarang diantaranya:

  • Cakra Donya
  • Naskah Surat Sultan Zainal Abidin
  • Makam Sultan Malik al Saleh
  • Makam Zain al-Abidin Malik az-Zahir
  • Stempel Kerajaan Samudra Pasai
  • Makam Ratu Al-Aqla

2. Kesultanan Aceh

lambang kerajaan islam di Indonesia
id.wikipedia.org

Kesultanan Aceh atau Kerajaan Aceh Darussalam didirikan pada masa-masa menjelang keruntuhan Samudera Pasai dengan Sultan Ali Mughayat Syah sebagai sultan pertama (1514-1528 M). Pada masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah, Kerajaan Aceh berhasil melakukan perluasan wilayah di Sumatera Utara, melakukan serangan terhadap kedudukan Portugis di Malaka dan juga menaklukkan Kerajaan Aru.

Kerajaan Aceh mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1606 – 1636 M). Terobosan-terobosan baru Iskandar Muda membawa Kerajaan Aceh menempati 5 besar Kerajaan Islam terbesar di dunia setelah Kerajaan  Maroko, Isfahan, Persia dan Agra.

Adapun beberapa peninggalan dari Kerajaan Aceh yang masih bisa kita jumpai sekarang diantaranya:

  • Masjid Raya Baiturrahman
  • Taman Sari Gunongan
  • Benteng Indra Patra
  • Pinto Khop
  • Masjid Tua Indrapuri
  • Meriam Kesultanan Aceh
  • Hikayat Prang Sabi
  • Makam Sultan Iskandar Muda
  • Uang Emas Kerajaan Aceh

3. Kesultanan Demak

sejarah kerajaan islam di indonesia
seruni.id

Kesultanan Demak memiliki peranan yang sangat penting dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Penyebaran Islam di pulau jawa yang diprakarsai kesultanan Demak dilakukan oleh para wali songo. Tugas para wali ialah mengislamkan pulau Jawa dan menjadikan wilayah tersebut sebagai kekuasaan Demak.

Kerajaan Demak sendiri didirikan pada tahun 1475 Masehi oleh Raden Patah yang dipercaya sebagai keturunan terakhir dari raja Majapahit. Kesultanan Demak mencapai puncak kejayaan dibawah pimpinan Sultan Trenggana putra dari Raden Patah. Pada masa itu Demak berhasil merebut Sunda kelapa dari tangan Portugis, namun Demak juga mengalami masa keterpurukan akibat perebutan kekuasaan dan pemberontakan. Selanjutnya kepemimpinan itu diserahkan kepada Arya Penangsang sebagai raja terakhir dari kesultanan Demak.

Sebagai kerajaan besar Demak meninggalkan banyak peninggalan sebagai bukti bersejarah, diantaranya meliputi:

  • Masjid Agung Demak
  • Pintu Bledek
  • Soko Tatal dan Soko Guru
  • Bedug dan Kentongan
  • Situs Kolam Wudlu
  • Maksurah Maksurah
  • Dampar Kencana
  • Piring Campa

4. Kesultanan Mataram

wilayah kerajaan islam mataram
yuksinau.id

Kesultanan Mataram merupakan salah satu dari beberapa kerajaan Islam di Indonesia di pulau jawa yang berdiri pada abad ke-16 atau lebih tepatnya pada tahun 1586. Kesultanan Mataram sendiri didirikan oleh Sutowijoyo di kotagede, sebelah tenggara kota Yogyakarta.

Kerajaan Mataram Islam mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo yang memerintah dari tahun 1613 hingga 1646. Pada masa kekuasannya, wilayah kekuasaan kerajaan mencakup seluruh Pulau Jawa (kecuali Banten dan Batavia), Pulau Madura, serta daerah Sukadana di Kalimantan Barat.

Berikut beberapa peninggalan bersejarah milik kesultanan Mataram yang masih bisa kita lihat hingga sekarang:

  • Sastra Ghending karya Sultan Agung
  • Tahun Saka
  • Kerajinan Perak
  • Kalang Obong
  • Kue kipo
  • Pertapaan Kembang Lampir
  • Segara Wana dan Syuh Brata
  • Batu Datar yang terletak di Lipura
  • Pakaian Kiai Gundil (Kiai Antakusuma)
  • Masjid Agung Negara
  • Masjid Jami Pakuncen

5. Kesultanan Banten

peninggalan kesultanan islam di Indonesia
topmedia.co.id

Kesultanan Banten merupakan salah satu kerajaan Islam yang berada di Provinsi Banten dan pada awal mulanya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Hasanuddin pada tahun 1552 setelah kerajaan Demak mengalami kemunduran.

Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa kepemimpinan Abu Fath Abdul Fatah atau yang lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. Ketika itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional, sehingga perekonomian kesultanan saat itu maju pesat.

Banten merupakan kerajaan Islam yang pernah berjaya di Nusantara. Sepanjang sejarah berdirinya, kesultanan Banten memiliki banyak peninggalan-peninggalan. Berikut beberapa peninggalan dari kesultanan Banten:

  • Masjid Agung Banten
  • Istana Keraton Kaibon Banten
  • Istana Keraton Surosowan Banten
  • Benteng Speelwijk
  • Danau Tasikardi
  • Vihara Avalokitesvara
  • Meriam Ki Amuk
  • Mahkota binokasih
  • Keris panunggul naga
  • Keris naga sasra

Baca Juga: Kumpulan Alat Musik Tradisional Indonesia Beserta Gambarnya

6. Kesultanan Ternate

Istana Kesultanan Ternate
coretanzone.id

Kesultanan Ternate merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di nusantara, yang berdiri pada abad ke-13. Kesultanan ini bermula dari meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi di Ternate akibat aktivitas pedagang asing dari Arab, India, Cina, dan Melayu. Oleh karena itu Kepala Marga ( Momole) membentuk sebuah kerajaan.  

Atas prakarsa Momole itulah diadakan musyawarah untuk mengangkat seorang pemimpin tunggal sebagai raja. Dari hasil musyawarah itu, Mamole Ciko diangkat sebagai raja pertama di Kesultanan Ternate pada 1257  M  dengan gelar Baab Manshur Malamo.

Bersamaan dengan kejayaan Kerajaan Ternate pada abad ke-13 hingga abad ke-17, Islam diterima oleh raja dan warganya. Proses Islamisasi di wilayah Maluku Utara ini dijalankan oleh Maulana Hussain dan Sunan Giri. Raja Ternate yang pertama memeluk Islam adalah Kolano  Marhum  (1465-1486  M).

Kolano Marhum merupakan Raja  Ternate  ke-18 yang ayahnya bernama  Zainal  Abidin. Dia sempat belajar di Pesantren Sunan Giri di Gresik. Ketika  menjadi  Sultan,  Zainal  Abidin  kemudian  mengadopsi hukum Islam  sebagai  undang-undang  kerajaan dan membangun madrasah.

Peninggalan kerajaan Ternate :

  • Istana Sultan Ternate
  • Masjid Jami Kesultanan Ternate dan Makam
  • Koleksi (al-quran, perisai, tombak, dll)

7. Kesultanan Tidore

HUT Tidore 911
jalamalut.com

Berdiri pada tahun 1801 dibawah pimpinan raja Muhammad Naqil. Kesultanan Tidore terletak di sebelah selatan Kerajaan Ternate, Agama islam menjadi agama resmi Kerajaan Tidore dan disahkan oleh raja Tidore ke-11 yaitu Sultan Djamalludin berkat dakwah dari Syekh Mansur dari Arab.

Kerajaan Tidore menjadi pusat perdagangan karena banyaknya bangsa Eropa yang melakukan transaksi perdagangan terutama rempah-rempah sama halnya seperti kerajaan Ternate. Bangsa Eropa tersebut diantaranya Spanyol, Portugis dan Belanda. Kerajaan Islam Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1780-1805 M). Dari eksistensinya sebagai kerajaan Islam di Nusantara kesultanan Tidore memiliki berbagai peninggalan, berikut diantaranya:

  • Benteng Tidore
  • Keraton kerajaan Tidore

8. Kesultanan Gowa

Makassar
urusandunia.com

Kesultanan Gowa adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan Gowa berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi bagian selatan. Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya.

Raja yang paling terkenal dari kerajaan ini adalah Sultan Hasanuddin yang memiliki julukan sebagai “Ayam jantan dari timur” karena keberaniannya melawan tentara VOC yang dibantu oleh Kesultanan Bone dengan Arung Palaka sebagai rajanya dalam perang Makassar  (1666-1669). Perang Makassar bukan perang antarsuku karena masing-masing pihak saling memiliki sekutu baik dai suku Bugis maupun Makassar. Perang Makassar merupakan perang terbesar yang pernah dilakukan VOC pada abad ke 17. Peninggalan dari kerajaan Gowa meliputi:

  • Benteng Ford Ratterdam
  • Batu Pallantikang
  • Masjid Katangka
  • Kompleks Makam Katangka
  • Makam Syekh Yusuf

Baca Juga: Macam-macam Motif Batik Indonesia,

9. Kesultanan Pontianak

istana kadriah pontianak
situsbudaya.id

Kesultanan Pontianak merupakan sebuah Kesultanan Melayu yang didirikan  oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771 di daerah muara Sungai Kapuas. Wilayah ini masuk kedalam daerah kekuasaan VOC Belanda yang diserahkan oleh Sultan Banten.

Kesultanan Pontianak mengalami masa keemasan pada kepemimpinan Sultan Syarif Muhammad. Ia sangat berperan dalam mendorong terjadinya pembaruan dan modernisasi di Pontianak. Peninggalan dari kesultanan Pontianak meliputi:

  • Kursi singgasana
  • Pakaian
  • Cermin pecah seribu
  • Keris
  • Meja giok
  • Meriam.

10. Kesultanan Cirebon

Warisan budaya kerajaan islam cirebon
news.detik.com

Kesultana Cirebon merupakan sebuah kerajaan bercorak Islam ternama yang berlokasi di pantai utara pulau Jawa yang menjadi perbatasan antara wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kesultanan Cirebon berdiri pada abad ke-15 dan 16 Masehi.

Asal mula Kerajaan Cirebon adalah dari sebuah pendirian Istana Pakungwati berasaskan Islam oleh Raden Walangsungsang (Pangeran Cakrabuana), putra tertua dari Prabu Siliwangi (Pajajaran). Cirebon sendiri diambil dari kata cai (air) dan rebon (udang ) karenna memang daerah ini merupakan penghasil olahan produk laut seperti terasi, petis, dan garam.

Kesultanan Islam Cirebon resmi berdiri di bawah kepemimpian Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) yang memerintah hingga tahun 1568. Dan dibawah kepemimpinannya jugalah CIrebon mengalami puncak kejayaan dan perkembangan yang pesat. Peninggalan kesultanan Cirebon diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Keraton Kasepuhan Cirebon
  • Kereta Singa Barong Kasepuhan
  • Keraton Kanoman
  • Kereta Paksi Naga Lima
  • Keraton Kacirebonan
  • Masjid Sang Cipta Rasa
  • Makam Sunan Gunung Jati

Sebenarnya masih ada banyak lagi kerajaan islam di Indonesia yang tersebar letaknya dari sabang sampai merauke. Tapi karena bakal panjang banget kita kasi segini dulu ya sisanya silahkan cari lagi hehehe. Belajar sejarah itu penting, jangan cuma tau keadaan sekarang tapi keadaan-keadaan sebelumnya yang mengakibatkan keadaan sekarang kalian lpakan. Oke, sampai sini aja dulu artikel kita kali ini see you and bye bye . . .

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.