Cara Mudah Ternak Kambing bagi Pemula: Perawatan, Keuntungan & Resiko

Ternak Kambing- Dari dulu hingga masa kini hewan kambing masih sangat populer di berbagai kalangan, apalagi di Indonesia menganjurkan mengkonsumsi daging kambing secara rutin dalam waktu tertentu seperti moment idul fitri dan idul adha. Tidak hanya dari segi daging, kambing juga memiliki kualitas susu yang sangat baik. Hal ini bisa menjadi dasar dalam diri sendiri untuk berwirausaha dalam bidang penjualan (peternakan).

Punya impian untuk berwirausaha ? nampaknya salah satu usaha yang satu ini bisa mejadi rekomendasi untuk kalian yang tertarik di bidang peternakan hewan. Bingung dengan cara menjalankan bisnis ternak ? Nggak perlu dikhawatirkan secara berlarut-larut. Kali ini borneo channel akan membahas cara mudah dalam beternak kambing bagi pemula yang sedang ingin merintis usaha dibidang peternakan sebagai berikut;

Apa saja yang perlu diketahui dalam beternak kambing ?

  • Cara mudah ternak kambing
  • Keuntungan ternak kambing
  • Fermentasi pakan pada ternak kambing
  • Langkah-langkah pembuatan pakan fermentasi

Baca Juga : Sewa Jas Pontianak Berkualitas, Murah dan Terbaik!

CARA MUDAH TERNAK KAMBING

Dalam melakukan dan merintis usaha beternah kambing terdapat beberapa hal yang harus kalian perhatikan lagi, apa saja hal-hal tersebut? berikut ini penjelasannya;

1. MODAL AWAL DALAM TERNAK KAMBING

id.tehnisia.com

Sebelum menjalankan bisnis usaha ternak kambing tentu saja ada hal yang pertama harus kalian miliki yaitu dimulai dari modal anggaran. Selain anggaran ada pula yang menjadi patokan dalam berbisnis yaitu jaringan dan modal sosial juga sangat bermanfaat untuk menambah informasi tentang  bagaimana memulai usaha ternak kambing, sekaligus hal ini dapat memperluas jaringan pemasaran produksi hasil ternak kambing. Jika tidak memiliki modal awal dalam beternak, maka bisnis yang akan dijalankan pun akan susah untuk terealisasi.

2. PEMBUATAN KANDANG KAMBING

ndikhome.com

Selanjutnya, yang harus kalian perhatikan yaitu pembuatan kandang kambing. Kandang kambing sebenarnya bisa dibuat dengan proses yang cukup sederhana. Jika kalian lihat sebenarnya sistem peternakan kambing tradisional memiliki desain kandang yang cukup sederhana tanpa memakan waktu lama, karena kambing bisa juga bebas untuk digembala. Berbeda halnya dengan desain dari  kandang kambing modern. Kandang modern sangat  cocok diterapkan pada lahan yang terbatas, dan juga harus ada beberapa kriteria yang baik untuk membangun kandang kambing modern.

Perlu diketahui jarak kandang kambing minimal 10 meter dari rumah agar tidak mengganggu aktivitas rumah tangga sehari-hari dan tetangga. Buatlah desain panggung dengan kolong yang tingginya sekitar 1 meter. Di bawah kolong kandang, pasang terpal ataupun  lapisan yang menampung kotoran kambing, agar tidak mencemari tanah.

Usahakan lapisan tersebut bisa dibersihkan dengan mudah dan juga dapat dijadikan sebagai saluran yang menuju ke lubang ataupun tempat pembuangan di tepi kandang khusus untuk tempat kotoran kambing. Ukuran kandang kambing harus sesuai dengan jumlah kambing dan pisahkan kambing jantan dengan kambing betina. Serta buatlah tempat pakan dengan tinggi sebahu dari  kambing dewasa di tepian  kandang.

3. PAKAN BERKUALITAS

ternakkambing.com

Pada umumnya makanan kambing yaitu  sejenis tanaman hijau seperti rerumputan, dan daun-daunan. Daun legume dan daun-daunan hijau termasuk ke dalam  rumput yang sebaiknya dijemur di bawah terik matahari terlebih dulu sekitar 2-3 jam.

Namun, pakan seperti ini  sebenarnya kurang memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan kambing. Maka itu kalian harus menambahkan makanan lain seperti bekatul, ampas tahu, dan ketela pohon yang dicacah terlebih dulu. Konsentrat ini tentunya sangat bermanfaat untuk proses  penggemukan kambing dan juga kaya akan nutrisi, gizi, serta serat vitamin.

Tetapi  perlu diperhatikan pakan hijau haruslah tetap diberikan karena sistem pencernaannya lebih berfungsi dengan baik untuk mencerna tanaman hijau. Pemberian pakan merupakan hal utama yang lebih penting dibandingkan dengan yang lainnya karena sangat menentukan kualitas  dari panen kambing nantinya. Silahkan kalian beri pakan pada kambing 2x sehari, yaitu pagi pukul 08.00 dan sore pukul 15.00. Jadikanlah pakan tumbuhan hijau sebagai makanan pokok, sementara konsentrat hanya sebagai tambahan. Selain itu beri juga vitamin untuk menambah daya tahan tubuh dan mengurangi bau kotorannya

Baca Juga :Tips dan Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Jurnal yang Benar!

KEUNTUNGAN TERNAK KAMBING

paktanidigital.com

Jika kita bicara mengenai keuntungan, tentunya kegiatan menghitung keuangan merupakan hal yang sangat diperlukan untuk menghindari kerugian dalam hal pendapatan ataupun  untung. Begitupun dengan usaha ternak kambing, yang bisa juga merugikan jika kalian tidak dapat memperhitungkan setiap pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Langkah awal yang harus dilakukan yaitu membuat asumsi dasar dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak kambing. Berikut ini  contoh dari  asumsi dana dan keuntungan dalam mengawali usaha ternak kambing

Modal awal bisa diperkirakan dengan jumlah bibit anakan kambing 5 ekor, satu ekor diperoleh dengan harga Rp600.000 sehingga total jumlahnya adalah Rp3.000.000. Kemudian berikut ini adalah biaya lainnya yang dibutuhkan.

  • Pembuatan kandang sederhana: Rp1.000.000.
  • Pakan hijau per bulan untuk tiap kambing, Rp60.000 x 5 = Rp300.000.
  • Pakan konsentrat per bulan, Rp150.000 x 5 = Rp750.000.
  • Lain-lain: Rp1.000.000.
  • Jumlah dana yang dihabiskan: Rp6.050.000.

Kemudian hitung perkiraan untung kambing yang dijual per tahun pada saat Idul Adha.

  • Harga jual kambing musim hari raya jika terjual 5 ekor kambing : Rp2.500.000 x 5 ekor = Rp12.500.000.
  • Keuntungan: Rp12.500.000 – Rp6.050.000 = Rp6.450.000.

Baca Juga :Sewa Tenda Pontianak Murah Berkualitas Dengan Fast Respon

FERMENTASI PAKAN PADA TERNAK KAMBING

masbidin.net

Selain menggunakan pakan hijau sebagai makanan pokok beternak kambing, pakan juga bisa difermentasi. Kegiatan fermentasi ini menjadi tujuan utama mengapa peternak melakukan fermentasi yaitu agar makanan ternak bisa awet, namun kandungan nutrisinya masih tetap terjaga dengan baik.

Berkat proses fermentasi, pakan ternak bisa jauh lebih awet dan masih bisa memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan pakan segar. Teknik ini merupakan salah satu cara ternak kambing yang menguntungkan karena menekan banyak biaya pengeluaran. Kalian hanya membuat pakan fermentasi dalam jumlah besar lalu silahkan  simpan di tempat yang terlindung. Kemudian, kalian hanya mengambil pakan dari tempat penyimpanan untuk diberikan kepada kambing.

Menurut informasi  fermentasi pakan ternak bisa meningkatkan bobot dari seekor kambing dua sampai empat kilogram hanya dalam jangka waktu sepuluh hari. Selain itu pula , pakan jenis ini juga terbukti mampu memperbaiki pencernaan hewan ternak, menjaga kestabilan serta meningkatkan sistem kekebalan ternak, sekaligus membantu proses penggemukan kambing. Lebih dalam  lagi, fermentasi pakan hewan ternak memiliki kegunaan untuk membantu memperbaiki sistem pencernaan. meningkatkan produksi susu bagi jenis kambing  dengan penghasil susu, meningkatkan selera makan ternak sehingga mempercepat penambahan bobot secara alami. Keuntungan-keuntungan ini   tentunya bisa didapatkan jika kalian mengikuti langkah-langkah pembuatan pakan fermentasi dengan urut dan benar.

Persiapan Membuat Pakan Fermentasi Kambing

Membuat pakan fermentasi itu tidaklah susah. Setidaknya ada tiga cara fermentasi pakan: Terbuka, setengah terbuka, dan tertutup. Di dalam tulisan ini borneo channel akan memberikan cara yang paling mudah agar bisa langsung dipraktekkan. Tapi kalian tetap harus mengikuti langkah demi langkah dengan urut. Tanpa urutan yang pas, fermentasi pakan bisa berakibat kegagalan. Beberapa komposisi utama di bawah ini bisa kalian ganti dengan yang paling mudah didapat di sekitarmu. Berikut adalah bahan-bahan yang perlu kalian siapkan untuk membuat fermentasi pakan:

Bahan Persiapan Fermentasi untuk Pakan Ternak

  • Jerami padi 1 ton
  • Supelmen organik cair ternak
  • Molases 6 kilogram
  • Air

Alat Persiapan Fermentasi Pakan Ternak

  • Pisau atau alat pencacah lain
  • Wadah besar untuk menyimpan hasil fermentasi
  • Alat untuk mengaduk
  • Alas untuk mengolah bahan fermentasi

Langkah Membuat Pakan Fermentasi untuk Ternak Kambing

  1. Jemur jerami di bawah sinar matahari selama satu hari. Hal ini berfungsi untuk menyusutkan kadar air di dalam jerami.
  2. Tumpuk jerami setinggi duapuluh sampai 30 cm.
  3. Beri molases, supelmen organik cair dan air di atas tumpukan jerami yang baru saja kalian buat. Kemudian ratakan bahan-bahan tersebut sampai terasa lembab, namun jangan sampai basah.
  4. Ulangi langkah-langkah itu sampai tumpukan jerami mencapai ketinggian satu sampai satu setengah meter.
  5. Masukkan jerami yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia ke dalam wadah penyimpanan tertutup agar terjadi proses fermentasi. Simpan selama duapuluh satu hari.

Perlu diperhatikan: karena ini merupakan proses fermentasi dengan cara anaerob, maka usahakan kalian menutup wadahnya erat-erat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalam. Udara yang masuk ke dalam wadah bisa merusak bahan pakan, karena bakteri dari luar bisa mengganggu proses fermentasi pakan.

Di hari ke dua puluh dua, kalian bisa mulai menggunakan pakan dari hasil fermentasi. Ingat, ambil secukupnya, lalu tutup rapat-rapat wadah pakan untuk meminimalisir udara yang masuk. Meskipun proses fermentasi sudah selesai, namun kalian perlu menjaga hasil pakan ini di tempat tertutup agar tahan lama disimpan berbulan-bulan.  Di sini kalian bisa mengganti bahan jerami dengan yang lain. Misalnya kulit kopi, dedak, ampas tahu, bahkan kalian juga bisa membuat pakan kambing dari gedebog pisang. Secara garis besar, prosesnya sama. Kalian hanya perlu mencampur antara bahan pakan dengan air dan supelmen organik cair.

Lakukan proses ini sedikit demi sedikit agar semua bahan bercampur dengan sempurna. Setelah tercampur, simpan ke dalam wadah yang tertutup dan terlindungi dengan baik. Yang perlu diperhatikan adalah masa penyimpanan bahan sebelum bisa digunakan. Beda bahan, berbeda pula lama penyimpanannya.

Berikut adalah perkiraan lama penyimpanan bahan fermentasi sebelum bisa digunakan:

  • Rumput gajah, 6-8 pekan
  • Dedak padi, 2-3 hari
  • Ampas tahu, 2-3 hari
  • Kulit kopi, 1 pekan
  • Batang/gedebog pisang, 1 hari
  • Limbah pasat, 1 jam
  • Daun Turi, 2-4 pekan

Supelmen organik cair yang sering digunakan oleh para peternak adalah merk em4. Cara membuat pakan kambing fermentasi dengan em4 tidak terlalu berbeda dengan merk lain. Perlu diperhatikan pula , bahwa pakan yang telah difermentasi harus diletakkan di tempat terbuka selama kira-kira lima belas menit. Hal ini berfungsi untuk menurunkan tingkat kelembaban pakan. Karena banyak kasus yang terjadi yaitu banyak kambing tidak mau meyantap pakan mereka karena lembab. Kalian bisa memberikan pakan ternak tersebut setiap pagi dan sore.

Bagaimana mudah bukan ? Coba dan ikhtiar aja dulu usaha ternak kambing bagi pemula ini

Dirja Satya Kirana: