Tari Payung Khas Minangkabau serta Penjelasan Sejarah Lengkap!

Tari Payung – Berbicara tentang budaya Indonesia sudah pasti Negara yang satu ini memiliki berbagai macam tradisi dan budaya sangat beragam. Semua pulau yang ada di Indonesia memiliki bermacam-macam suku yang mempunyai ciri khas nya sendiri.

Nah guys, kalai ini borneo channel kembali untuk membahas tentang tarian yang ada di Indonesia yaitu tari payung berikut ini pembahasannya.

Sejarah Tari Payung

https://theinsidemag.com/tari-payung/

Setiap tarian tradisional memiliki sejarah yang berbeda-beda, untuk sejarah tari tradisional ini ialah tari ini berasa dari suatu seni drama yang ada pada saat era penjajahan Belanda yang dikenal dengan nama Toonel.

Toonel merupakan salah satu seni drama yang timbul karena adanya pengaruh dari beberapa budayawan yang berasl dari Semenanjung Malaya. Para seniman itu menunjukkan seni komedi yang berasal dari bangsawan Melayu itu di Sumatera Barat.

Cara mempentaskan drama toonel, biasanya para seniman itu menyelingi seni-seni yang lain. Seni yang digunakan ialah seni tari tradisional yang sedang dibahas pada sesi ini, tarian ini tidak dilakukan penuh tetapi bergantian.

Tari tradisional yang satu ini juga berkaitan dengan Randai, randai memiliki artti yaitu suatu permainan tradisional yang berasal dari Minangkabau. Dimana permainan ini dilakukan dengan cara berkelompok dan membentuk suatu lingkaran, kaki melangkah secara perlahan sekaligus menyampaikan cerita dalam bentuk syair.

Akibat drama toonel, tahun 1920 tari payung disambut dengan hangat oleh penduduk Bukittinggi. Pada tahun 1904-1984 Muhammad Rasjid Manggis dianggap sebagai orang pertama yang membentuk Tari payung. Sedangkan, dalam bentuk teater pada tahun 1920 an.

Oleh Sitti Agam, tarian ini dibentuk dengan suatu tema tentang pertalian antara hubungan pasangan muda mudi yang sedang liburan ke tempat pemandian di Bukittinggi dimana nama tempat tersebut adalah Sungai Tanang.

Zaman dulu, anak perempuan sangat dilarang untuk menjadi wanita karir selain di rumah Gadang. Sehingga, hal tersebut membuat Sitti Agam merasa ingin untuk membangun organisasi khusus wanita pada tahun 1924. Organisasi ini dilaksanakan selama satu periode “Serikat kaum Ibu Sumatera (SKIS)”.

Fungsi dari organisasi “Serikat kaum Ibu Sumatera (SKIS)” yang telah dibuat oleh wanita terhormat itu adalah untuk memajukan derajat pada kaum wanita yang dulunya tidak boleh berkarir terutama didalam bidang seni drama toonel atau bersandiwara.

https://theinsidemag.com/tari-payung/

Selanjutnya perkembangan ini dilanjutkan oleh Sariamin atau Selasih mereka melakukan dengan cara menekankan suatu perbedaan dalam perlakuan saja. Banyak perkembangan yang terjadi pada tarian ini, perkembangannya dapat dikatakan sebagai pekembangan dinamika horisontal.

Banyak orang yang berjasa pada tarian ini, setiap tokoh tersebut menggubah tetapi tidak berpaling dari unsur-unsur tarian yang ada pada sebelumnya, dan menambahkan kreativitas mereka sendiri sehingga hasilnya sangat menarik.

Pola Gerak Tari Payung

https://theinsidemag.com/tari-payung/

Ada berapa pola atau struktur gerak pada tari payung. Kata masyarakat Minangkabau pola gerakan tari bagaikan gerak “siganjua lalai, pado suruik maju nan labiah. Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati” (pada surut maju yang lebih, Alu tertaruang patah tiga, semut terpijak tidak mati).

Gerakan yang ada pada tari tersebut lebih dominan ke gerakan yang lembut, namun kata-kata diatas tidak menunjukkan bahwa gerakan yang ada pada tar payung adalah gerakan yang lembut akan tetapi gerakan tarian ini lebih mengarah tentang ketajaman dan kekuatan.

Era sekarang Tari payung gubahan Sjofyani menjadi paling populer dibanding dengan hasil gubahan oleh penari lain, kakrena struktur gerakan yang dipakai Sjofyani sangatlah ringan dan tidak rumit. Gubahan hasil Sjofyani terdapat pola gerakan tari Melayu.

Berikut ini poin- poin yang lengkap beserta penjalasannya dari setiap struktur gerakan :

a. Bagian Pembuka

Untuk penari putri (Ayun puta, Ayun puta Payuang, Layok Payuang ka Tangah puta, Payuang sibak-puta Payuang dalam, Mamatiak bungo-langkah silang balakang, Sibak payuang-maagiah payuang ka panari putra).

Sedangkan, untuk penari putra (Maliriak payuang-jalan, Ayun payuang bapasangan, Silek puta tusuak, Roda-mamayuang, Maelo puta dalam, Maelo puta lua).

b. Bagian tengah

Penari Putri (Maliriak salendang, Jalan, Lingkaran 4 bapasangan, Mangirai salendang-puta, Ayun salendang kiri kanan-puta kiri, Ayun salendang kiri kanan-puta kanan, Ayun salendang sampiang, Jalan kiri kanan, Jalan kamuko maju mundur).

c. Bagian Penutup

Penari putra dan putri berpasangan (Jalan bapasangan step c, Komposisi Bendi bapasangan step s, Langkah geser salendang lingkaran (putri), Bapasangan jalan lingkaran (putra), Rantang payuang puta (putra), Ayun salendang maju step s, Ayun salendang maju-sambah (putra), Ayun payuang maju-sambah (putra).

Baca Juga : Keunikan Tari Kecak Bali yang Super Fenomenal!

Busana dan Properti Tari Payung

http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/11/tari-payung-asal-sumatera-barat-sejarah.html

Busana :

Setiap tarian memiliki busana khas yang dikenakan oleh masing-masing penari di setiap daerah, nah kali ini membahas tentang busana yang dikenakan oleh penari putra dan putri yang akan melaksanakan tari payung.

Pakaian yang akan dikenakan putri ialah pakaian adat melayu seperti baju kurung atau baju kebaya ditemani dengan bawahan seperti rok panjang yang terbuat dari kain songket, lalu pada bagian kepala diberi aksesoris seperti mahkota emas yang menambah keanggunan bagi penari putri.

Busana yang akan dikenakan oleh putra adalah busana khas melayu juga yang terdiri dari, baju adat melayu dengan lengan yang panjang, dan celana panjang. Baju dan celana harus memiliki motif dan warna yang sama, ditambah dengan aksesoris sarung kain songket yang melekat pada pinggang dan kopiah untuk di kepala.

https://www.tradisikita.my.id/2019/09/tari-payung-dari-sumatera-barat.html

Properti :

Tanpa properti tarian nambpak biasa saja, properti akan berfungsi sebagai alat yang membantu masyarakat untuk mengenal suatu seni yang dibuat. Benda atau properti yang digunakan dalam tari payung ini adalah selendang dan payung.

kedua benda tersebut memiliki makna filosofi yang berbeda, untuk selendang memiliki yang digunakan oleh penari wanita memiliki simbol yang artinya ikatan cinta suci dari pasangan. Tidak hanya itu, selendang juga memiliki makna kesetiaan seorang wanita sertamemiliki jkesiapan dalam membangun rumah tangga.

Sedangkan untuk payung, properti ini biasa digunakan oleh penari laki-laki dan penari wanita karena hal tersebut melambangkan bahwa setiap orang harus bisa menjadi pelindung terhadap pasangan serta keluarganya.

Baca Juga : Nama Bayi Perempuan dari 3 Negara

Syair Pengiring Tari Payung

https://myimage.id/

Alat musik yang berfungsi sebagai pengiring tari tradisional atau tari payung ini yaitu Talempong, Accordion, Violin dan Gitar. Mereka merupakan alat musik yang bersifat diatonik, diatonik merupakan tangga nada yang terdiri atas 7 nada dimainkan dengan nada dasar (root notes) sampai ke nada yang ke 7.

Sedangkan untuk syairnya tari paung menggunakan syair lagu dengan judul Babendi-bendi yang lirik nya sebagai berikut:

Babendi..bendi
Ka sungai tanang
Aduhai sayang (2x)
Singgahlah mamatiak..singgahlah
mamatiak
Bunga lembayung (2x)
Hati siapo..indak ka sanang aduhai
sayang..(2x)
Maliek rang mudo..mailek rang mudo
manari payung..(2x)
Hati siapo..hati siapo..indak kasanang
aduhai sayang..(2x)
Maileksinona.. mailek si nona manari
payung..(2x)
Berbendi-bendi
Berbendi-bendi
Kesungai tenang..aduhai sayang (2x)
Singgahlah memetik..singgahlah
memetik bunga lembayung
Hati siapa..hati siapa tidaklah senang
aduhai sayang (2x)
Melihat orang muda..melihat orang
muda menari payung..
Hati siapa tidaklah senang aduhai
sayang (2x)

Nah guys, sekian pembahasan artikel tentang tari payung semoga bermanfaat buat kalian semua selamat mebaca… Thankyouu

Devi Rahmadani: Nama saya adalah Devi rahmadani ,biasanya dipanggil Devi saat ini berusia 19 tahun .saya tinggal di Pontianak dan saya seorang mahasiswa Informatika Universitas Tanjungpura.