Suku Dayak Kalimantan

Hal ini yang Membuat Suku Dayak Kalimantan Sangat Disegani!

Suku Dayak Kalimantan – Howdy Bornean! Kalimantan merupakan tanah yang sangat kaya dengan berbagai macam hal, mulai dari sumber daya alamnya yang sangat melimpah, hingga kekayaan budayanya. Jika mendengar kata Kalimantan, kita akan teringat dengan Suku Dayak, suku penghuni asli pulau kalimantan.

Nama Suku Dayak merupakan sebuah nama yang diberikan kepada penjajah kepada penghuni pedalaman pulau borneo atau kalimantan. Berdasarkan data dari BPS RI tahum 2010, suku bangsa yang terdapat di Kalimantan dikelompokkan menjadi 3 yaitu suku banjar, suku Dayak dan suku asal kalimantan lainnya.

Suku Dayak Kalimantan
Suku Dayak

Adapun, budaya masyarakat Dayak adalah Budaya maritim atau bahari yang mana dapat dilihat pada hampir semua nama sebutan orang Dayak mempunyai arti sebagai sesuatu yang berhubungan dengan “perhuluan” atau sungai. Bagi kalian yang masinh penasaran dan ingin tahu lebih banyak lagi mengenai suku dayak kalimantan, berikut penjelasannya :

Asal-usul Suku Dayak Kalimantan

Suku dayak kalimantan
Suku Dayak Pedalaman

Penduduk Kalimantan terkenal dengan suku asli Dayak. Bukan hanya di Indonesia, suku ini terkenal hingga mancanegara karena etnik budaya yang unik. Suku dayak memiliki warisan magis yang kuat. Simbol kekhasan dari adat suku Dayak ini yakni percaya pada ilmu-ilmu spiritual.

Asal usul suku dayak diperkirakan dari keturunan ras Mongolid. Pada 2000 tahun sebelum masehi, benua Asia masih menyatu dengan Pulau Kalimantan. Karena ras Mongolid kalah perang, lalu mereka mengembara ke arah Selatan.

Mulai dari semenanjung Malaya, Serawak, hingga Kalimantan. Mereka kemudian menetap dan mendirikan perkampungan di tepian-tepian sungai, beranak pinak, serta membangun kebudayaannya sendiri di tanah Borneo.
Dilihat dari sejarahnya, suku Dayak sebenarnya pernah memiliki sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Dayak Nansarunai. Pada masa Majapahit, kerajaan Dayak ini dihancurkan oleh pasukan Majapahit yang saat itu gencar melakukan ekspansi wilayah

Suku dayak Kalimantan
Masyarakat dayak

Selain itu, sejarah dan asal usul suku Dayak juga dipengaruhi oleh budaya dari suku atau bangsa lain yang masuk ke wilayah Kalimantan. Suku Dayak memiliki kepercayaan Animisme. Namun Misionaris Kristen berhasil mengubah kepercayaan suku Dayak menjadi percaya pada Al-Kitab. Kerajaan Demak yang masuk ke wilayah Kalimantan juga berhasil membuat sebagian kecil masyarakat Dayak menganut agama Islam.Tidak hanya itu, budaya Tionghoa juga menambah keragaman pengetahuan seni seperti piring malawen, belanga, dan peralatan keramik.

Saat ini suku dayak telah terbagi menjadi 6 stanmenras atau 6 rumpun. Hali ini terlepas dari akulturasi dan pengaruh budaya dari suku bangsa lain. Keenam rumpun itu antara lain, rumpun Klemantan, rumpun Iban, rumpun Apokayan, rumpun Murut, rumpun Ot Danum-Ngaju, dan rumpun Punan.Masing-masing rumpun tersebut menyebar ke seluruh wilayah di Kalimantan, mulai dari Kalimantan Barat, Timur, Tengah, Selatan, dan Kalimantan Utara.

Walaupun sudah terkenal di berbagai mancanegara, masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang asal usul suku Dayak di masa lalu.

Fakta Seputar Adat Istiadat Suku Dayak & Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan

1. Panglima Burung

Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna
Enggang Gading, Hewan Endemik Kalimantan Barat

Sampai saat ini Suku Dayak merupakan suku yang  sangat disegani. Selain karena kebudayaanya yang unik, salah satu yang menyebabkanya ialah adanya eksesitensi sosok “Panglima Burung”. Apa sebenarnya panglima burung itu?

Berdasarkan penuturan warga suku dayak, panglima burung merupakan sosok pahlawan yang begitu dihormati dan dipuja oleh orang Dayak yang lantaran ia selalu bersedia membantu rakyat Dayak yang mempunyai masalah yang sulit sekalipun.

Para sesepuh Orang tua atau leluhur dari Suku Dayak mejelaskan bahwa sosok yang satu  panglima burung berwujudkan layaknya manusia namun dengan ciri fisik suku dayak yang sangat kuat namun sudah berusia sangat tua. Tetapi ada pula yang mengatakan bahwa Panglima Burung adalah sosok ghaib yang dapat dipanggil menggunakan suatu ritual atau upacara khusus.

Cerita lain mengatakan bahwa Panglima Burung tersebut tinggal di pedalaman hutan Kalimantan selama ratusan tahun lamanya. ia ber semedi dan hanya akan pergi hanya ketika dipanggil oleh anak cucunya yang membutuhkan bantuan. Ada pula yang menceritakan bahwa Panglima Burung adalah jelmaan burung Enggang yang merupakan makhluk suci yang dikeramatkan oleh suku Dayak Kalimantan.a.

2. Mangkok merah

suku dayak Kalimantan
Mangkok Merah

Mangkok merah merupakan media persatuan bagi Suku Dayak. Mangkok merah beredar jika orang Dayak merasa kedaulatan mereka dalam bahaya besar. “Panglima” atau sering suku Dayak sebut Pangkalima biasanya mengeluarkan isyarat siaga atau perang berupa mangkok merah yang di edarkan dari kampung ke kampung secara cepat sekali.

3. Upacara Tiwah

suku dayak kalimantan
Upacara Tiwah

Upacara Tiwah merupakan acara adat bagi suku Dayak. Upacara ini dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang telah dibuat. Sandung adalah tempat semacam rumah kecil yang dibuat khusus untuk orang yang sudah meninggal dunia.

4. Dunia Supranatural Luar Biasa

suku dayak kalimantan
Supranatural

Budaya dunia supranatural sudah ada sejak jaman dulu bagi suku Dayak. Orang luar negeri menyebut Dayak sebagai pemakan manusia. Namun kenyataannya, suku Dayak sangat cinta damai asalkan mereka tidak diganggu dan ditindas semena-mena oleh pendatang.

5. Rumah Adat Suku Dayak

Rumah Adat Kalimantan Barat
Kemegahan Bangunan Rumah Radakng Pontianak

Rumah khas Kalimantan yaitu Rumah Radank Betang atau Rumah Panjang. Rumah panggung ini dibangun dengan tinggi tiang sekitar 2 meter. Rumah ini biasa dihuni oleh belasan rumah tangga yang terdiri dari 100-150 orang. Setiap ruangan didalam rumah dibatasi oleh sekat-sekat.

Pada halaman rumah Betang terdapat sebuah patung berbentuk manusia dan berfungsi sebagai tempat untuk mengikat hewan yang akan dikurbankan pada acara ritual upacara adat, biasa disebut sapundu. Selain itu, beberapa halaman rumah betang juga memiliki tempat untuk pemujaan yang disebut Patahu. Sementara di bagian belakang rumah terdapat gudang yang dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan senjata tradisional (bawong) yang disebut tukau.

6.  Tarian Dayak yang Beraneka Ragam

Rumah Adat Kalimantan Barat
Acara Gawai Dayak di Rumah Radakng

Kesenian tari tradisional masyarakat dayak yang berhubungan dengan latar belakang budaya yang masih terpelihara di antara sub suku bangsa Dayak secara umum.Pulau Kalimantan terdiri dari Kalimantan Timur ibukota Samarinda, Kalimantan Selatan ibukota Banjarmasin, Kalimantan Tengah ibukota Palangka Raya, dan Kalimantan Barat ibukota Pontianak.

Walaupun terbagi menjadi lima wilayah, suku Dayak menjadi suku yang mendominasi pulau Kalimantan ini.
Tiap daerah memiliki adat budaya yang unik, di antaranya tarian daerah. Jenis-jenis tarian daerah yaitu Tari Kancet Papatai / Tari Perang, tari Gantara, tari kancet ledo, tari kancet lasan, tari leleng, tari hudoq, tari hudoq kita’, tari serumpai, tari berlian bawo, Tari kuyang, tari pecuk kina, tari datum, dan masih banyak lagi.

Menurut J. U. Lontaan, 1975, Masing-masing sub suku Dayak di pulau Kalimantan mempunyai adat istiadat dan budaya yang mirip, sesuai dengan sosiologi kemasyarakatannya serta perbedaan adat istiadat, budaya, maupun bahasa suku dayak yang khas dan unik.

Baca Juga : Pakaian Adat Suku Dayak

Itulah beberapa fakta menarik seputar suku dayak kalimantan, dengan mempelajari dan mengetahui khasanah kekayaan yang kita miliki, kita akan semakn bersyukur dan selalu menjaga nikmat kekayaan Indonesia tersebut. Semoga kita dapat selalu melestarikan kebudayaan Indonesia.

Leave a Comment