cap go meh

Festival Cap Go Meh di Indonesia yang Dikenal Dunia

Cap Go Meh – Howdy Bornean! Kita semua  tentu pernah mendengar Festival Cap Go Meh. Festival ini diadakan saat perayaan Hari Imlek yang dilakukan orang Tionghoa. Festival ini diadakan setelah Tahun Baru Imlek dan merupakan salah satu hari raya bagi umat Tionghoa.

Cap go meh
Festival Cap Go Meh

Tentunya Cap Go Meh memliki sejarah yang menjadi dasar adanya Cap Go Meh ini. Bagi kalian yang penasara mengenai Festival Cap Go Meh berikut ulasannya lengkapnya.

Asal – Usul dan Sejarah Cap Go Meh

Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang diartikan secara harfiah bermakna lima belas hari atau malam setelah Imlek. Bila diartikan per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ adalah malam.

Pada zaman dahulu, upacara ini dilakukan secara tertutup dan hanya untuk kalangan istana. Upacara ini juga belum dikenal oleh masyarakat Tiongkok.

cap go meh
Lampion Cap go meh

Pelaksanaan upacara ini dilakukan pada malam hari. Sehingga menggunakan banyak lampu-lampu lampion sebagai penerangan yang dipasang sebelum acara cap go meh.

Hal ini yang membuat lampion-lampion dan aneka lampu berwarna-warni menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh. Lampion menjadi pertanda kesejahteraan hidup bagi seluruh anggota keluarga.

Saat masa pemerintahan Dinasti Han berakhir, perayaan ini menjadi lebih terbuka untuk umum. Festival ini merupakan sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk bersenang-senang. Saat malam tiba, masyarakat akan turun untuk menikmati pemandangan lampion berbagai bentuk yang diberi berbagai hiasan.

Perayaan Cap Go Meh

Upacara ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun, yakni pada tanggal 15 bulan pertama menurut sistem penanggalan kalender Imlek.

Perayaan Cap Go Meh
Perayaan Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh dilakukan oleh umat kelenteng-kelenteng atau Wihara. Mereka melakukan kirab atau turun ke jalan raya sambil menggotong ramai-ramai Kio/Usungan yang diletakkan arca para Dewa di dalamnya.

Perayaan Cap Go Meh
Barongsai

Masyarakat juga dapat menikmati pertunjukkan tarian naga dan tarian barongsai. Ditambah dengan kehadiran petasan dan kembang api yang membuat festival ini lebih meriah. Mereka meyakini bahwa penggunaan petasan bias mengusir energi negatif yang akan membersihkan seluruh lokasi yang dilalui para barongsai.

Selain itu juga ada atraksi lokthung atau thangsin, dimana seseorang menjadi perantara tangah. Konon setelah dibacakan mantra tertentu dipercaya telah dirasuki oleh roh Dewa. Roh dewa ini bertujuan untuk memberikan berkat bagi umat.

Mereka biasanya akan melakukan beberapa atraksi seperti sayat lidah, memotong lengan atau menusuk bagian badannya dengan sabetan pedang, golok, dan lain sebagainya.

festival cap go meh
Tatung

Sementara di Kalimantan, tepatnya di kota Pontianak dan Singkawang, atraksi ini disebut Tatung. Atraksi tatung ini diyakini untuk mengusir roh jahat. Aksi Tatung ini diikuti oleh kaum pria dan perempuan.

Mereka juga bermain sebuah teka-teki dari berbagai macam permainan. Diikuti dengan menyantap makanan Yuan Xiao yang memiliki bentuk bola-bola.

Perayaan Cap Go Meh banyak dirayakan di beberapa negara, di antarannya negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Di negara Tiongkok, Festival Cap Go Meh ini dikenal dengan nama Festival Yuanxiao (元宵; Yuánxiāo jié) atau Festival Shangyuan. Perayaan ini berawal dari perayaan pada hari penghormatan kepada Dewa Thai Yi. Dewa Thai Yi sendiri dianggap sebagai Dewa tertinggi di langit oleh Dinasti Han (206 SM – 221 M).

Makanan Khas Cap Go Meh

Hal yang lebih penting lagi yaitu Yuan Xiao. Yuan Xiao adalah sebuah makanan yang biasa disebut Tang Yuan yaitu sebuah makanan berbentuk bola-bola terbuat dari tepung beras.

Gap GO Meh
Tang Yuan

Bila diartikan dari namanya, Yuan Xiao mempunyai arti ‘malam di hari pertama’. Makanan ini melambangkan sebuah keluarga besar yang bersatu dan memang menjadi tema utama dari perayaan Hari Imlek. Baca Juga : Kuliner Khas Kalimantan Barat

Cap Go Meh di Singkawang

Pada saat hari Imlek, warga Tionghoa dengan semangat menyambut hari besar mereka. Hal itu dapat dilihat dari ornamen-ornamen seperti lampion, aneka pernak-pernik saat digunakan menyambut imlek. Hal ini pun menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan menyaksikan aksi barongsai dan tatung.

cap go meh
Tatung di Singkawang

Sebelum acara Cap Go Meh, ada ritual tatung cuci jalan sebelum hari perayaan. Pada saat acara cap go meh, para tatung akan berdiri di tandu masing-masing. Tingkah para tatung di atas tandunya pun berbeda-beda.

Para tatung ini melakukan aksi ekstrem, sehingga membuat penonton menjadi ngeri melihatnya. Ada yang duduk santai dengan kaki menginjak bilah pedang yang diletakkan di tandu.

Selain itu, ada juga tatung yang berdiri di atas tandu sembari menginjak tombak. Yang lainnya Duduk di atas pedang, dengan menancapkan besi tajam yang menembus kedua pipinya, sampai menusukkan pedang ke perutnya.

Tatung-tatung dari suku Dayak tidak kalah ekstrem. Saat pawai, beberapa tatung menggoreskan golok besar ke bagian tubuhnya, seperti tangan dan lidah.

CAp Go meh
Tatung Singkawang

Beberapa tatung akan turun dari atas tandunya. Lalu mereka arak-arakkan bersama tatung-tatung, berjalan dengan terhuyung-huyung, namun tatapannya tajam. Terlihat seperti sedang bertarung sampai membuat para penonton merasa ketakutan.

Tidak hanya tatung pria, ada juga beberapa tatung perempuan. Mereka masih muda namun sudah mendapatkan gelar tatung.

Berbeda dengan tatung laki-laki, tatung perempuan tidak melakukan aksi ekstrem. Mereka hanya duduk di tandu. Di bawahnya terdapat besi tajam dengan ekspresi wajah yang aneh karena sedang kerasukan.

Baca Juga : Tempat Wisata di Singkawang

Nah, begitu sejarah dan perayaan Cap Go Meh. Budaya adalah sebuah harta yang sangat mahal harganya, sudah sepatutnya kita harus selalu bersyukur dengan menjaga kekayaan kebudaya Indoneisa. Sekian dan terima kasih!

Leave a Comment